
Kendari (Humas MAN ICK) --- Prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali diukir oleh murid-murid MAN Insan Cendekia (IC) Kota Kendari. Tim peneliti muda madrasah ini sukses meraih Silver Medal (Medali Perak) dalam ajang bergengsi International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) yang berlangsung di Bali pada 8–11 Oktober 2026.
Dua murid berbakat yang berhasil mengharumkan nama madrasah dalam kompetisi riset internasional tersebut adalah Prabarana Zayyan Abhinaya R. dan Azizah Khairinniswa Sjamsu. Keduanya tampil memukau di hadapan dewan juri internasional pada kategori bidang Applied Studies (Engineering & Tech).
Dalam ajang ini, tim MAN IC Kota Kendari mengusung karya penelitian inovatif berbasis teknologi dan potensi lokal Sulawesi Tenggara yang berjudul: "Smart Grading of Sago Hampas: Integrating YOLOv11 Vision Detection with Proximate Chemical Validation for Circular Economy in Southeast Sulawesi". Karya ini memadukan deteksi citra berbasis kecerdasan buatan (YOLOv11) dan validasi kimia proksimat untuk pemanfaatan ampas sagu guna mendukung konsep ekonomi sirkular.
Melalui wawancara terpisah, kedua murid peneliti membagikan kesan dan tantangan selama mengikuti ajang internasional tersebut.
Prabarana Zayyan Abhinaya R. mengungkapkan bahwa fokus utama mereka adalah menyempurnakan model kecerdasan buatan agar dapat mendeteksi kualitas ampas sagu secara presisi.
"Proses melatih model AI YOLOv11 agar mampu mengenali serta mengklasifikasikan tingkatan ampas sagu secara tepat membutuhkan waktu dan ketelitian yang tinggi. Alhamdulillah, seluruh proses dapat berjalan lancar. Terima kasih banyak atas bimbingan para guru dan dukungan dari madrasah yang sangat luar biasa," ujar Prabarana.
Sementara itu, Azizah Khairinniswa Sjamsu menambahkan bahwa penggabungan antara analisis kimia dan teknologi AI menjadi tantangan menarik saat sesi presentasi di hadapan juri internasional.
"Saat sesi tanya jawab dengan juri internasional, kami harus menjelaskan secara detail bagaimana validasi kimia proksimat mendukung sistem deteksi AI tersebut dalam mendukung ekonomi sirkular di Sulawesi Tenggara. Kami sangat bersyukur dan bangga riset ini diakui dan bisa mempersembahkan medali perak untuk MAN IC Kota Kendari," tutur Azizah.
Selaku guru pembimbing riset, Muhammad Facril Andara Amin, S.T., turut menyampaikan rasa bangganya atas ketekunan dan kerja keras kedua murid binaannya sejak persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
"Anak-anak menunjukkan dedikasi dan kerja sama tim yang sangat solid sejak tahap penentuan ide, pengujian laboratorium, hingga penyusunan laporan akhir. Pengintegrasian teknologi AI dengan isu lingkungan lokal seperti ampas sagu menjadi nilai tambah yang sangat diapresiasi oleh juri. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala MAN Insan Cendekia Kota Kendari, Ismail Z. Betawi, S.Pd., M.Pd.,menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata dari kualitas budaya riset dan akademis yang terus dibangun di lingkungan MAN IC Kota Kendari.
"Alhamdulillah, selamat dan sukses atas raihan Silver Medal di tingkat internasional ini. Keberhasilan murid-murid kita menjadi pembuktian bahwa MAN IC Kota Kendari memiliki daya saing tinggi di bidang riset dan teknologi tingkat global. Semoga prestasi ini memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkarya," tutur Ismail Z. Betawi.
Capaian ini semakin mempertegas komitmen MAN Insan Cendekia Kota Kendari sebagai madrasah unggulan yang konsisten melahirkan generasi muda berprestasi di bidang sains, teknologi, dan penelitian.
Komentar (0)
Belum ada komentar yang ditampilkan.